Home | Berita Opini | Peta Wisata | Wisata Alam | Seni Pertunjukan | Wisata Belanja | Wisata Bahari | Wisata Budaya | Wisata Boga | Wisata Museum | Wisata Religi | Wisata Sejarah | Cerpen
Share/Save/Bookmark

Bintan, Putih Pasir di Surga Pantai

Sebagai negara maritim, wisata pantai dan kelautan telah menjadi sektor penting dalam industri pariwisata indonesia. Berbagai daya tarik wilayah perairan asin dieksplorasi untuk kepentingan wisata. Melaui otonomi daerah, pemerintah daerah mulai turut serta memajukan wisata pantai di daerahnya masing-masing. Mereka berlomba-lomba menarik investor asing dan lokal untuk bersedia menanamkan modal mereka di industri ini. Salah satu daerah yang sudah berhasil menghidupkan wisata pantai dan masih terus mengembangkannya adalah Pulau Bintan.

Pulau Bintan adalah pulau terbesar dari total 3,214 pulau di Propinsi Kepulauan Riau. Pulau seluas 59.852,01 Km² ini sekarang dihuni oleh lebih dari 117.000 jiwa. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006, Pulau Bintan ditetapkan menjadi Kabupaten Bintan sejak 23 Februari 2006. Secara geografis, Kabupaten Bintan terletak di posisi yang strategis. Bintan hanya terpaut sekitar 40 km dari negara tetangga, Singapura. Penetapan Segitiga Emas Singapura-Johor-Riau (Sijori) sebagai wilayah pengembangan terpadu menempatkan Kepulauan Riau di pusat perkembangan ekonomi di Asean.

Sebagai kepulauan yang sudah maju, Kabupaten Bintan sangat mudah dijangkau dari berbagai tempat dengan transportasi laut. Dari Batam, 3 pelabuhan penumpang di Bintan dapat dijangkau menggunakan perahu motor yang berangkat tiap 15 menit dengan biaya sekitar Rp30.000,00. Beberapa kapal penumpang juga berangkat dari dan menuju Tanjung Pinang di Bintan bagian selatan tiap harinya. Dengan tiket seharga Rp220.000,00 sebuah kapal feri yang berangkat dari Pekanbaru pada pukul 6:30 akan mengantar anda hingga Kabupaten Bintan. Selain itu, Pulau Bintan juga dapat diakses dengan mudah melalui transportasi laut dari Tanjung Balai di Kepulauan Karimun, pulau Singkep, dan Natuna.

Kabupaten Bintan juga bisa diakses secara langsung melalui jalur laut dari negara-negara tetangga. Karena banyaknya pelanggan tetap angkutan laut antar negara, banyak perahu feri yang melayani jalur Singapura-Tanjung Pinang. Perjalanan dengan feri hanya menghabiskan waktu kurang dari 1 jam. Dari pelabuhan Tanjung Pinang, sebanyak 5 trip dengan feri yang melayani perjalanan dari dan menuju pelabuhan Stulang Laut di Johor Bahru, Malaysia. Untuk pelayaran jalur ini, anda diharuskan membayar tiket seharga 75 Ringgit Malaysia sekali jalan.

Bandara Internasional Hang Nadim di Batam saat ini telah memiliki banyak rute penerbangan dari dan menuju kawasan Batam dan Bintan. Sama seperti jalur pelatyaran, rute penerbangan internasional utama dari bandara ini adalah menuju Singapura dan Malaysia. Pulau Bintan sendiri juga memiliki bandara kecil bernama Kijang. Bandara ini menyediakan penerbangan rute-rute domestik dengan pesawat penumpang kecil, seperti ke Kepulauan Natuna, Pekanbaru, Palembang, Jambi.

Sejak awal, Pulau Bintan memang diproyeksikan sebagai pulau wisata dan peristirahatan. Pantai-pantai indah yang telah dihiasi dengan berbagai fasilitas berkelas kebanyakan berada di sepanjang pantai utara pulau ini, tepatnya di daerah Lagoi. Lagoi dipilih sebagai kawasan wisata pantai karena memiliki pantai yang berarus tenang hampir sepanjang tahun dan berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Tempat-tempat wisata yang ada di daerah ini adalah Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif Lagoi (Bintan Resort), Desa wisata Sebong Pereh yang menawarkan wisata bahari, dan Pantai Sebong Pereh. Di kawasan ini terdapat berbagai fasilitas wisata selayaknya kaum jet set, antara lain beberapa hotel berbintang, bar dan diskotik, spa mewah, serta beberapa lapangan golf.

Tidak hanya kawasan Lagoi, Pulau Bintan juga menyediakan tempat-tempat wisata lain mulai dari wisata alam, wisata ekologi, wisata budaya, serta wisata sejarah. Pantai Tanjung Berakit, Pantai Trikora dan perkampungan Nelayan Kawal, pantai-pantai di Pulau Kecil di Sekitar Pulau Bintan, dan Bintan Leisure Park, serta Air Terjun Gunung Bintan, Goa Gunung Bintan, dan Danau Bekas Galian Bouksit Alam Tirta di kecamatan Teluk Bintan, bisa memberi alternatif tempat wisata yang tak kalah cantik dengan kawasan Lagoi. Wisata ekologi bisa anda lakukan dengan mengunjungi dan turut melakukan penanaman pohon di hutan bakau sepanjang pantai timur Pulau Bintan dan hutan lindung di Gunung Kijang dan Bukit Kucing.

Jika anda ingin mengetahui sejarah yang telah dilalui pulau ini, anda bisa mengunjungi Makam Hang Nadim di Desa Busung (35 menit dari Kota Tanjungpinang dengan trasnsportasi laut), Komplek Makam Bukit Batu yang berjarak sekitar 60 Km dari Kota Tanjungpinang, Makam Panjang di Pulau Pengujan (30 menit dari Kota Tanjungpinang dengan trasnsportasi laut), Makam Sultan Muhayatsyah yang terletak di Kecamatan Tambelan. Ada pulau yang bernama Penyengat. Di pulau ini terdapat sebuah situs peninggalan sejarah bernama Taman Pantai Penyengat yang memiliki gapura beton bekas pagar gedung Hakim Kerajaan Riau. Situs sejarah lainnya yaitu bekas kota Bujuk di Bintan Utara dan bekas kota Kopak dan Kara di Teluk Bintan.

Hotel dan penginapan kebanyakan berada di pesisir utara dan timur Pulau Bintan. Di kawasan Lagoi terdapat hotel Hotel Nirwana Garden, Mayang Sari Bintan Resort, Mana-mana Beach Club, Cabanas, Hotel Sol Elite Bintan dan Hotel Sedona Bintan Lagoon. Karena menyadari tingginya tarif penginapan di kawasan Lagoi, Pemda Kabupaten Bintan menyediakan alternatif penginapan yang lebih murah di daerah pesisir timur sekitar pantai Trikora. Di sini anda dapat menemui Trikora Beach Cottage dan Bukit Berbunga Cottage, Lodge Travel, dan Bintan Agro Resort. (Rob/090408)

Sumber: Dari berbagai sumber

1 komentar: