Home | Berita Opini | Peta Wisata | Wisata Alam | Seni Pertunjukan | Wisata Belanja | Wisata Bahari | Wisata Budaya | Wisata Boga | Wisata Museum | Wisata Religi | Wisata Sejarah | Cerpen
Share/Save/Bookmark

Sembilan Obyek Wisata Andalan Grobogan

Kabupaten Grobogan kini memiliki sembilan objek wisata andalan. Kesembilan obyek wisata itu perlu ditawarkan kepada investor sehingga bisa untuk memacu pendapatan asli daerah.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Grobogan, Agus Ssiswato, Kamis (4/9), mengatakan, sembilan objek wisata itu sudah diprofilkan melalui video visual dan cukup representatif ditawarkan kepada investor untuk mengelola objek wisata di daerah ini.

Menurut dia, kendati objek wisata di daerahnya cukup potensial, namun belum bisa menghasilkan pendapatan secara maksimal, hal ini terbukti tiga tahun terakhir ini pendapatan sektor pariwisata masih minim.

Sembilan objek wisata di Grobogan yang potensial unuk digarap maksimal yakni Bledug Kuwu, Waduk Kedung Ombo, Goa Macan dan Goa Lawa, air terjun Widuri, Api Abadi Mrapen, Makam Ki Ageng Selo, Ki Ageng Joko Tarub, dan Ki Ageng Lembu Peteng.

Obyek wisata alam dan religius ini, menurut dia, masih menjadi andalan. "Mudah-mudahan dengan mengemas profil melalui video visual ini akan bisa mampu menarik investor," katanya.

Ia menjelaskan kawasan objek wisata Bledug Kuwu di Kradenan seluas 6 hektare ini memiliki keunikan, karena letupan lumpur setinggi delapan meter dan mengandung air garam bisa bermanfaat untuk bahan pembuatan garam dengan kualitas yang baik.

Bahkan, konon ceritanya adanya Bledug Kuwu disebabkan lobang yang menghubungkan tempat Bledug Kuwu dengan Samudra Selatan, karena zaman dahulu Joko Linglung anak dari Aji Soko yang berujud ular naga melakukan perjalanan dari Laut Selatan menuju kerajaan Modang Kamolan melalui bawah tanah, sehingga muncul lumpur di Kerajaan Modang Kamolan tersebut.

Objek wisata itu cukup menarik apabila dikelola profesional. Untuk itu, ia berharap ada investor yang tertarik menanamkan modalnya mengelola objek wisata di Grobogan, kendati saat ini pendapatan sektor pariwisata masih minim,

Ia menyebutkan, pendapatan sektor pariwisata tahun 2004 hanya mampu menghasilkan Rp50 juta, tahun 2005 meningkat menjadi Rp63 juta dan tahun 2006 menghimpun masukan Rp65 juta. Padahal, setiap tahun melalui APBD Kabupaten Grobogan dianggarkan dana sekitar Rp100 juta untuk merawat objek wisata.

Sumber:
http://www.kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar