Home | Berita Opini | Peta Wisata | Wisata Alam | Seni Pertunjukan | Wisata Belanja | Wisata Bahari | Wisata Budaya | Wisata Boga | Wisata Museum | Wisata Religi | Wisata Sejarah | Cerpen
Share/Save/Bookmark
Tampilkan postingan dengan label Wisata Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Olahraga. Tampilkan semua postingan

Indonesia Unggulan Kedua Piala Sudirman

Indonesia menjadi unggulan kedua pada kejuaraan dunia beregu campuran Piala Sudirman 2009 yang akan digelar di Guangzhou, China, 10-17 Mei.

Menurut situs resmi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), Kamis (23/4) penentuan unggulan yang didasarkan pada peringkat pemain pada 23 Mei itu, juga menempatkan tim Denmark sebagai unggulan pertama. Sedangkan tim juara bertahan sekaligus enam kali juara dari 10 turnamen, China, yang juga akan menjadi tuan rumah kejuaraan kali ini, hanya menempati unggulan ketiga.


Posisi unggulan keempat hingga delapan masing-masing ditempati oleh Malaysia, Korea, Inggris, Hong Kong dan Jepang. Kedelapan tim tersebut selanjutnya akan dibagi ke dalam dua grup yang masing-masing terdiri atas empat tim yang akan saling bertemu untuk menentukan juara dan runner-up grup untuk maju ke semifinal.

Jika turnamen dua tahunan itu akan menggunakan cara pembagian grup seperti yang tercantum dalam statuta BWF, kedelapan tim tersebut dibagi dua grup dengan penempatan unggulan pertama berada dalam satu grup dengan unggulan keempat, kelima, dan kedelapan, dan unggulan kedua bersama ketiga, keenam dan ketujuh, maka Indonesia akan berada dalam satu grup dengan China. Namun aturan tersebut belum tentu digunakan.

Menanggapi pengumuman unggulan tersebut, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh mengaku terkejut karena perkiraannya semula, China akan menjadi unggulan pertama sedangkan Indonesia dan Denmark kemungkinan salah satunya akan berada di urutan kedua atau ketiga. Soal pembagian grup, Lius yang mengaku menerima email dari BWF mengenai aturan tersebut mengatakan, belum tahu apakah akan digunakan dalam Piala Sudirman kali ini atau tidak.

"Sebab dua tahun lalu tidak digunakan. Kalau aturan itu akan dipakai, seharusnya tidak perlu ada pengundian lagi (karena sudah bisa ditetapkan dari susunan unggulan)," kata Lius yang akan menanyakan kembali ke BWF mengenai aturan tersebut.

Dalam dua kejuaraan Piala Sudirman terakhir, 2005 di Beijing dan 2007 di Glasgow, Indonesia menjadi finalis yang kalah, keduanya dari tim China. Kali ini, tim Merah Putih yang separuh pemainnya adalah pemain-pemain yang baru pertama kali memperkuat tim Sudirman menargetkan paling tidak menyamai hasil yang dicapai dua tahun lalu.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com
Selengkapnya...

Turnamen Voli Pantai Asia Pasifik

Juara Voli Pantai Asia Pasifik

Ketua Umum PBVSI yang diwakili sekretaris umum Irjen Pol Yudi Susharyanto SH membuka secara resmi Turnamen Voli Pantai Asia Pasifik II Indonesia Terbuka 2009 dalam kesempatan Wellcome Drink di Parai Beach Resort Sabtu (18/4) malam. Turnamen ini akan dimulai hari ini, Minggu (19/4) hingga 21 April 2009.


Sebanyak 11 tim putra dan 11 tim putri dengan jumlah atlet sebanyak 44 orang dari 9 negara akan berlaga dalam even yang untuk kedua kalinya di gelar di Provinsi Babel ini. Pembukaan Voli Pantai ini ditandai dengan acara pemberian plakat penghargaan kepada atlet dan pengurus PBVSI.

Hadir dalam acara ini Wakil Gubernur Babel Syamsudin Basari, CEO Eljohn Indonesia Jhonnie Sugiarto, Perwakilan Ketua Umum PBVSI, Perwakilan KONI Pusat, PBVSI Babel, para atlet voli pantai, dan undangan lainnya.

Wakil Gubernur Babel, Syamsudin Basari dalam kata sambutannya mengatakan, even ini akan memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor pariwisata di Negeri Serumpun Sebalai.

Pada momentum ini dirinya mengatakan atas nama pribadi maupun Pemprof Babel mengucapkan selamat datang kepada rombongan dari PBVSI Pusat dan peserta kejuaraan Voli pantai.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas kehadiran tim yang berlaga, yakni dari Hongkong, Thailand, Malaysia, Vietnam, Iran, India, dan tuan rumah Indonesia.

Semoga kehadiran peserta memberi kontribusi dan arti tersendiri bagi peningkatan pariwisata tanah air khususnya dan pariwisata
Bangka Belitung,” kata Syamsudin.

Selain itu, Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus PBVSI yang telah mempercayakan Babel sebagai tuan rumah penyelenggaraan voli pantai asia pasifik.

Syamsudin mengatakan, guna memajukan Provinsi Babel, maka diadakan program yang cukup strategis berbasis kepariwisataan.

“Kita juga merancang salah satu agenda nasional, yaitu Visit Bangka Belitung Archipelago, yang lebih dikenal dengan Visit Babel Archi 2010, yang sudah di depan mata kita.

Program unggulan ini sengaja diangkat ke permukaan mengingat begitu strategisnya letak Provinsi Kepulauan Babel serta dukungan sumber daya alam yang tiada taranya di negeri ini,” ujarnya.

Karenanya kata Syamsudin, perlu dukungan semua pihak agar program tersebut bisa berjalan sesuai dengan rencana yang diinginkan.

Apalagi disadari bahwa usia provinsi ini masih muda sehingga kalau tanpa bimbingan dan dukungan semua pihak mustahil agenda ini berjalan lancar dan sukses.

“Terutama segi pendanaan dan memberi layanan prima dalam menghadapi arus kunjungan wisatawan domestik dan manca negara yang akan timbul sebagai implikasi dari program tersebut,” ungkap Syamsudin.

Ia menambahkan, daerah Babel memiliki potensi luar biasa di bidang pariwisata dan kebudayaan, termasuh juga heritage dari generasi ke generasi. Namun sayangnya potensi itu belum sepenuhnya menjadi kekuatan riil, yang memberikan sumbangsih untuk kemakmuran negeri ini.

“Resort yang kita miliki belum kita kelola dan dayagunakan secara optimal untuk tujuan yang besar. Kita berharap sektor pariwisata pada saatnya nanti bisa menjadi sumber ekonomi yang tinggi bahkan nantinya sektor ini akan memberi sumbangan terbesar pada perekonomian daerah,” kata Syamsudin.

Koni Pusat yang diwakili Laksamana Purnawirawan Gunawan Wiranto mengatakan, kegiatan ini dapat digunakan sebagai sarana promosi pariwisata Provinsi Babel. Untuk itu, dengan dukungan Pemda Babel even ini diharapkan berjalan dengan sukses dan lancar, dengan kerja keras serta kesungguhan dalam menjalankan kejuaraan ini.

“Kita harapkan seluruh atlet dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih prestasi terbaik, dengan bertanding penuh semangat dan konsentrasi, sportif, dan pantang menyerah. Even ini pun bisa menjalin persahabatan antar bangsa, penyebarluasan budaya Indonesia yang sangat kaya,” katanya. (sas)

Sumber : http://www.bangkapos.com
Photo :
http://cinta-olahraga-indonesia.blogspot.com
http://images.kompas.com


Selengkapnya...

Tiga Atlet Layar Kepri Wakili Indonesia

Asian Sailing Championship Bali
BATAM (BP) – Warga Kepri boleh bangga. Tiga atlet layarnya, masing-masing Tirta Kencana, Ramlan dan Bobi Sanjaya, menjadi wakil Indonesia dalam kejuaraan layar internasional bertajuk Asian Sailing Championship yang berlangsung di Bali, 8-26 Oktober mendatang.

Ketiga atlet tersebut merupakan yang terbaik saat ini. Tirta yang turun di Kelas Laser 4.7 putri dan Bobi Sanjaya yang tampil di Kelas Optimist putra, merupakan peraih medali emas PON XVII Kaltim lalu.

Sementara Ramlan yang turun di Kelas Laser 4.7 putra, peraih medali perak ajang sama.


”Mereka atlet pilihan. Ini suatu kebanggan bagi Kepri, dimana atlet layar kita tampil di kejuaraan Asia membawa nama Indonesia,” kata Sekretaris Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Pengprov Kepri, Dance Wongkaren di Nongsa Point Marina, Kamis (9/10).


Ketiga atlet Kepri itu sendiri, berada di Bali sejak petengahan September lalu. Mereka bahkan harus rela berpisah dengan keluarganya saat Lebaran, demi menguasai medan pertarungan dan memenangkan medali bagi Indonesia. Menurut Dance, di kejuaraan tersebut Indonesia menurunkan enam atlet, tiga di antaranya dari Kepri. Mereka bakal bersaing dengan atlet-atlet tangguh dari Hongkong, Singapura, China, Korea dan juara ASEAN Sailing Championship, yakni Thailand.


”Kami memohon doa dari masyarakat agar atlet Kepri bisa menyumbang medali bagi tanah air di kejuaraan bergengsi itu,” kata Dance.  


Selain atlet, Kepri juga patut bangga pada Weng Samsi yang diberi kepercayaan sebagai pelatih tim layar nasional pada iven tersebut dan Djoko Pramono, pembina Porlasi Kepri yang diserahi tugas sebagai Ketua Kontingan Indonesia sekaligus Koordinator kejuaran itu.


Disampaikan Dance, sekembalinya dari Bali, Ketua Umum Porlasi Kepri, Kris Wiluan sudah menyiapkan rencana besar. Bos Citra Mas Grup itu bakal menurunkan atlet-atlet terbaiknya untuk tampil di kejuaraan layar dunia, Youth Olimpic di Singapura. ”Menurunkan atletnya di di kejuaraan dunia merupakan impian Kris Wiluan sejak dulu. Makanya, ia selalu mendukung program-program yang kita siapkan,” ungkap Dance.
Sumber: www.batampos.co.id

Selengkapnya...

Tiga Ganda CBN Batam Menang

Lionel Tersingkir
BATAM (BP) – Perburuan gelar juara oleh pemain-pemain Cahaya Bulutangkis Nusantara (CBN) Batam terus berlanjut hingga hari ketiga penyelenggaraan kejuaraan Tangkas Alfamart International Championship (TAIC) U-19, Kamis (9/10). Tiga pemain ganda (dua ganda taruna putra dan satu ganda campuran) lolos ke babak 32 besar.
Di kelompok ganda taruna putra, pasangan Louis/Andro dan Andika/Irfan memastikan tiket ke babak 32 besar setelah mengalahkan lawan-lawannya, kemarin. Pasangan Louis/Andro mengalahkan rekan satu timnya di CBN Batam, Lionel/Yonathan dua set langsung, 21-14, 21-15.


Sementara Andika/Irfan yang juga unggulan (seeded) pertama di kejuaraan ini, menyingkirkan pebulutangkis Surabaya, Ade/Yusuf juga lewat pertarungan dua set, 21-11, 21-11. Sedangkan di kelompok ganda campuran taruna, pasangan Louis/Dian Permata Sari mengalahkan ganda campuran Djarum, Yudha/Gloria dengan rubber set, 21-13, 17-21, 26-24.


Sayangnya, sukses mereka tak diikuti pemain tunggal taruna putra CBN Batam, Lionel yang berjaya di dua babak pertandingan sebelumnya. Kemarin, Lionel tersingkir usai kalah dari pemain Mutiara Bandung, Ryan dengan straigh set, 12-21, 15-21.


Pelatih tim CBN Batam, Edwin Iriawan kepada Batam Pos, kemarin menyampaikan bahwa perburuan gelar oleh anak-anak asuhnya semakin dekat. Terutama lolosnya dua ganda taruna putra dan satu ganda campuran ke babak 32 besar.


Edwin juga menyampaikan di kejuaraan ini, beberapa pemain CBN masuk sebagai pemain unggulan, yaitu Irfan/Weni Anggraini (unggulan pertama ganda campuran taruna), Weni Anggraini/dian Permata Sari (unggulan kedua ganda taruna putri), dan pasangan Irfan/Andika (unggulan kedua ganda taruna putra). 

Sumber: www.batampos.co.id

Selengkapnya...

16 Yacht Ikuti Darwin-Ambon Race 2008

Sedikitnya 16 perahu layar (yacht) akan mengikuti Darwin-Ambon Race 2008 yang direncanakan bertolak dari ibukota negara bagian Northern Territory (NT) Australia pada 26 Juli, kata Konsulat RI di Darwin, Harbangan Napitupulu.

"Pihak panitia sudah meminta bantuan Konsulat RI Darwin untuk mengurus visa para awak kapal peserta. Kita akan memberikan bantuan yang diperlukan untuk kesuksesan kegiatan ini," katanya kepada Antara yang menghubunginya dari Brisbane, Kamis (24/7).

Dikatakan, "flag off" (acara resmi pemberangkatan-red.) kapal-kapal peserta Lomba Darwin-Ambon (Darwin-Ambon Yatch Race) ini bersamaan dengan tanggal pemberangkatan ratusan kapal pesiar yang mengikuti "Sail Indonesia" 2008.

Dibandingkan tahun lalu yang hanya diikuti enam kapal, maka jumlah peserta Lomba Yacht Darwin-Ambon 2008 meningkatkan tajam, katanya.

"Flag off tahun lalu dilakukan Pak Walikota Ambon, MJ Papilaya," katanya. Ke-16 yacht peserta Lomba Darwin-Ambon 2008 itu adalah Balladier, Cloudy Bay, Cruise Missile, Diva, Enigma, Helsal II, Hepzibah, Jasmin, Kishka, Lothlorien,Malaika, Marrawudi, Marjani, Sea Fox II, Serenity 2, dan Warna Carina.Jumlah kapten dan anak buah kapal peserta mencapai 83 orang.

Lomba perahu layar bermula tahun 1973. Ketika itu, Namanya masih "Darwin-Dili Race". Namun karena alasan keamanan, lomba yang sama tidak dilaksanakan pada 1975. Khusus untuk Lomba Darwin-Ambon, "Cruising Yacht Association of the Northern Territory Incorporated (CYANT)" sebagai pihak penyelenggara baru melaksanakannya tahun 1976. Kegiatan tahunan ini berlanjut hingga 1998.

Karena alasan keamanan di Maluku, kegiatan tahun ini tidak dilanjutkan selama sembilan tahun. Baru pada 2007, Lomba Kapal Pesiar Darwin-Ambon kembali dilaksanakan. (Pusformas)

Sumber: Antnews
Selengkapnya...

Rio ke Final


ImageTENGGARONG (BP) - Rionando Butar-butar membuka peluang Kepri mendulang medali emas di PON XVII Kaltim, setelah di partai semifinal tinju kelas 45 kg berhasil mengalahkan petinju asal Sumut, Nirwan Harahap malam tadi di GOR Tinju Komplek Stadion Tenggarong-Kutai Kertanegara.


Rio, sapaan akrab Rionando, merebut tiket ke babak final lewat kemenangan angka mutlak, 2-1, 4-1, 5-2, dan 11-2.
Di partai final nanti yang akan berlangsung pada pada tanggal 14 Juli mendatang, Rio akan berhadapan dnegan petinju Kalimantan Selatan, Antonius Joni. Ini merupakan ulangan babak final dari Pra PON di Bengkalis Riau pada tahun 2007 lalu. Waktu itu, Rio unggul dengan kemenangan angkat tipis 16-14.


Partai final nanti, kemungkinan akan menjadi duel panas, karena sama-sama mantan atlet SEA Games. Rio sendiri peraih medali perak pada SEA Games di Vietnam tahun 2003. Selain itu, Antonius yang kalah di Pra PON, tentu akan berusaha revans. Sedangkan Rio juga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kepri pada PON kali ini.


Pelatih Tim Tinju Kepri, Erson S usai pertandingan mengatakan, telah menyiapkan strategi untuk menghadapi Antonius di partai final nanti. Kata dia, untuk memenangkan duel tersebut, Rio akan mengandalkan teknik tinggi dan kecepatan.

Sumber: Batam Pos

Selengkapnya...

Menggali Potensi Wisata Laut Kepri


Tempat start dan finish lomba Dragon Race. Di samping lomba "Kapal Naga" yang dikayuh 13 orang, juga dilombakan kano dan mendayung perahu tradisional. [Foto-foto: Pembaruan/YW Nugroho]

Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)-sesuai namanya-memiliki wilayah laut sebesar 95 persen. Di situ terdapat ribuan pulau yang membentang mulai dari utara, yakni Pulau Batam sampai ke selatan, Pulau Singkep.

Luas wilayah Provinsi Kepri adalah 252.602 km persegi dan 95 persennya adalah air berupa laut. Ribuan pulau besar dari kecil bertebaran di wilayah Kepri dengan segala macam potensi (dan masalahnya tentu), mulai dari tambang, perikanan, perdagangan antar pulau sampai pariwisata laut (marine tourist).

Tentu masih banyak potensi wilayah ini, dan yang saat ini tengah gencar digarap adalah sektor pariwisata. Di Kepri, menurut pengakuan Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kepri, Robert Iwan Loriaux baru-baru ini di sela-sela acara "Tour De Kepri", di Tanjungpinang, sektor pariwisata menyumbang rata-rata 50 persen bagi pendapatan asli daerah (PAD) di enam kabupaten/kota yang ada. Di Kabupaten Bintan misalnya, yang berada di balik Kota Tanjungpinang, PAD dari sektor pariwisata bisa mencapai Rp 5 miliar setiap bulannya.

Namun diakuinya juga, sektor pariwisata belum tergarap dengan baik, apalagi pariwisata laut. Karena itu mulai digarap dengan "Tour De Kepri" yang berpusat di Tanjungpinang. Antusiasme peserta juga menggembirakan, dan "Tour De Kepri" yang pertama kali ini diikuti 32 peserta dari 11 negara.

Dalam "Tour De Kepri" peserta diundang berlayar dari Batam menuju Tanjungpinang menggunakan yacht mereka masing-masing. Tentu yang juga mengasyikkan, mereka sebenarnya sudah berlayar dari masing-masing negara, sejak beberapa hari sebelumnya.

Terbanyak adalah peserta dari Singapura yang memang hanya berjarak sekitar satu atau dua jam berlayar. Mereka bukan hanya mengikuti pelayaran dari Batam ke Tanjungpinang, namun juga dihibur dengan berbagai lomba dan jamuan makan malam oleh Pemprov Kepri. Tanjungpinang adalah ibu kota Provinsi Kepri yang baru berusia empat tahun. Sayangnya event "uji coba" ini seperti tidak mendapat dukungan dari para pejabatnya. Gubernur Kepri Ismeth Abdullah dan juga Wali kota Tanjungpinang sebagai "host" tidak hadir pada jamuan makan malam bagi peserta "Tour De Kepri".

Bendera dari negara-negara peserta "Tour De Kepri" dikibarkan di kapal pemandu, di Tanjungpinang, Sabtu (25/11) siang.


Para peserta "Tour De Kepri", melambaikan tangan mereka sesampainya di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Sabtu (25/11) siang.

Masih Baru

Wisata laut bagi Pemprov Kepri memang masih baru, begitu pengakuan Robert Iwan, dan sebagai wilayah kepulauan, potensinya memang luar biasa. Tinggal bagaimana mengelola dan mengoptimalkannya. Seperti disebutkannya, kendala dalam mengembangkan wisata laut di Kepri adalah infrastruktur, komunikasi dan energi.

Harus diakui, jika semua prasarana dan sarana sudah memadai, potensi wisata laut dapat dipastikan bisa menjadi "mesin uang" yang tidak main-main. Bali, sekali lagi sebagai contoh sudah membuktikannya, walau akhir-akhir ini berada di masa sulit pasca Bom Bali di tahun 2003 lalu.

Di luar negeri, wisata laut banyak yang sudah membuktikan betapa luar biasanya. Di Hawaii, AS, Pattaya, di Thailand dan Malaysia, bahkan di Singapura yang menjadi tetangga Provinsi Kepri, sudah merasakan betapa menggiurkannya wisata laut, Demikian juga di banyak wilayah di Indo- nesia.

Namun problem klasik dan klise harus diakui sering menjadi kendala dalam mengoptimalkan potensi yang ada. Di Pemprov Kepri misalnya, dari ratusan pulau yang potensial, sama sekali tidak didukung infrastruktur yang memadai. Soal sederhana, transportasi antarpulau yang layak, terjangkau dan kontinyu misalnya, belum bisa dikatakan memenuhi syarat. Belum lagi kalau harus berbicara akomodasi yang memberi pelayanan nyaman dan aman, tampaknya akan membuat surut minat para wisatawan, utamanya wisatawan asing.

Masih banyak pulau di Kepri yang sama sekali belum tersentuh dalam arti layak bagi wisatawan. Tentu perkecualian bagi wisa- tawan yang benar-benar ingin bertualang mencoba menjelajahi pulau yang relatif masih perawan. Namun, perilaku wisatawan yang ingin semuanya tersedia secara lengkap belum bisa dipenuhi jika datang ke Kepri.

"Tour De Kepri" mungkin bisa menjadi cermin bagaimana menata dan mengelola wisata laut secara komprehensif. Seperti diakui Robert Iwan, ada peserta yang ingin menjelajah ke beberapa pulau namun terkendala imigrasi yang tidak memperbolehkan berlayar ke semua pulau. Padahal sailing permit-nya untuk seluruh Indonesia. "Dia harus kembali ke Nongsa Point Marina (di Batam) yang jaraknya 20 jam berlayar, ini kan susah, saya juga nggak bisa jawab," katanya.

Hal-hal semacam itu tentu tidak diinginkan kembali terjadi di masa yang akan datang. Robert Iwan menyebutkan perlunya koordinasi di antara instansi yang ada. Karena itu Pemprov Kepri ke depan merasa antusias mengadakan event lagi, semisal yang sudah dijadwal adalah lomba foto bawah laut dan diving di Pulau Anambas, di Kabupaten Natuna.

Natuna adalah wilayah paling utara dari Indonesia dan merupakan pulau terluar berbatasan dengan beberapa negara tetangga. Event di Pulau Anambas menurut

rencana dilangsungkan pada 28 April 2007. Pemprov Kepri juga membuka peluang bagi para wisatawan yang ingin berlayar secara perorangan tanpa harus menunggu event tertentu.

Untuk yang satu ini memang diperlukan jaminan keamanan bahwa berlayar menjelajahi pulau di kawasan Kepri bukan hal yang berbahaya atau mengerikan. Namun memang tidak mudah, apalagi Selat Malaka selama ini dikenal sebagai jalur yang padat dan sibuk.

Sementara wisata laut -seperti juga wisata lainnya- sangat tergantung pada kondusif tidaknya suatu kawasan. Kejadian negatif di satu wilayah Indonesia, di Papua atau Bali misalnya, sudah pasti mempengaruhi kawasan wisata lainnya, termasuk di Kepri. Sektor wisata memang memerlukan situasi yang kondusif dan sekaligus tergantung benar pada hal itu.

Kepri yang menargetkan 3 juta wisatawan asing sampai 2010 nanti masih harus banyak berbenah. Bukan hanya event yang diperbanyak, namun segala hal harus disiapkan, termasuk misalnya yang terlihat sepele, yakni laut yang bersih dan bebas dari sampah. Selama ini laut di sekitar pulau- pulau besar di Kepri seperti tempat sampah raksasa, menjadi tempat orang membuang segala benda yang tidak lagi terpakai.

Event sehebat apa pun bisa tidak membuat menarik wisatawan asing untuk datang jika infrastruktur, fasilitas akomodasi dan transportasi, pelayanan dan keamanan serta kenyamanan tidak optimal. Diperlukan kerja keras semua pihak agar wisata, ter- utama wisata laut dan wisata belanja, di Kepri mengalahkan pulau kecil tetangganya yang bernama Singapura.

Sumber: Suara Pembaharuan

Selengkapnya...

Dragon Boat Race, Olahraga Air dan Pariwisata

Lomba Perahu Naga atau yang lebih dikenal dengan nama Dragon Boat Race, adalah olahraga bernuansa budaya yang dimulai sejak tahun 1992. Lomba Perahu Naga ini diangkat dari sebuah tradisi masyarakat Tionghoa di Tanjungpinang, yang sudah berlangsung sejak tahun 1950-an. Tradisi ritual keagamaan yang disebut, “Sembahyang Keselamatan Laut”. Ritual ini selalu dilaksanakan pada setiap tanggal 5 bulan 5. Menurut kalender Cina, atau bila dihitung dengan kalender tahun Masehi, maka jatuh pada bulan Juni, yang tanggal pelaksanaannya selalu berubah-ubah setiap tahunnya. Hingga kini, lomba Perahu Naga sebagai bagian dari upacara keagamaan (Kong Hu Chu) tersebut masih tetap dilakukan oleh warga masyarakat Tionghoa Kota Tanjungpinang.

Sejalan dengan program pemerintah untuk mengembangkan sektor industri pariwisata di Kepulauan Riau, maka lomba Perahu Naga yang awalnya bersifat lokal itu, dipilih untuk dijadikan salah satu daya tarik wisata di Pulau Bintan, dengan nama Bentan Dragon Boat Race sebagai iven wisata tahunan, selama 10 tahun (1992 – 2001) yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Riau.

Iven ini tidak sekadar iven Kabupaten Kepulauan Riau, tetapi Propinsi Riau. Lalu seiring terbentuknya Kota Tanjungpinang sebagai daerah otonom tahun 2001, maka tahun berikutnya pengelolaan iven wisata ini diambil alih Pemko Tanjungpinang, meskipun selama ini selalu dilaksanakan di pinggir pantai berhadapan dengan Gedung Daerah Tanjungpinang.

Tanjungpinang Dragon Boat Race, yang sudah dilaksanakan sejak 2002 hingga sekarang ini sudah memasuki tahun keenam. Dragon Boat Race, yang berlangsung di Tanjungpinang sebagai iven wisata dan olahraga, adalah yang tertua di Indonesia. Dragon Boat Race yang bertaraf internasional ini menjadi iven wisata Kota Tanjungpinang, sekaligus sebagai salah satu iven wisata tahunan Propinsi Kepulauan Riau.

Pelaksanaan Tanjungpinang Dragon Boat Race selama 5 tahun terakhir ini dirasakan meriah, tidak hanya dilihat dari jumlah penonton tetapi juga karena variasi kegiatan yang menyertai iven ini. Selain lomba Perahu Naga itu sendiri, iven yang mendapat dukungan luas dari masyarakat Tanjungpinang ini juga dimeriahkan dengan berbagai perlombaan bersifat tradisonal, yaitu lomba Renang Tanjungpinang–Pulau Penyengat (PP), lomba Menyelam, lomba Kayuh Sampan, lomba Sampan Layar, lomba Jong dan lomba Kayak/Kano. Perlu diinformasikan, bahwa Lomba Kayuh Sampan, Sampan Layar, dan Jong, baru dilaksanakan bersamaan dengan Tanjungpinang Dragon Boat Race dari 2002 sampai sekarang. Kemudian, untuk lebih menyemarakkan perlombaan, maka penyelenggaraan Tanjungpinang Dragon Boat Race ini dimeriahkan pula dengan bazaar makanan khas tradisional Melayu dan beragam hasil kerajinan tangan (cenderamata).

Bila dilihat dari asal peserta lomba, maka Tanjungpinang Dragon Boat Race termasuk iven berskala internasional, karena diikuti tim-tim dari luar negeri, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Untuk tahun 2007 ini, Tanjungpinang Dragon Boat Race merupakan iven wisata ke-6 bagi Kota Tanjungpinang dan tahun ke-3 bagi Propinsi Kepulauan Riau.

Pada tahun 2006 yang lalu, iven Tanjungpinang Dragon Boat Race diikuti sebanyak 35 Tim. Tim-tim tersebut selain berasal dari dalam Propinsi Kepulauan Riau, juga berasal dari beberapa propinsi, antara lain Jakarta, Medan, Jambi, Nanggroe Aceh Darussalam, Riau, Bangka Belitung dan Sumatera Barat. Sedangkan tim dari luar negeri berasal dari negara-negara tetangga yaitu Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

Pada iven Tanjungpinang Dragon Boat Race, selain lomba Perahu Naga, terdapat juga materi perlombaan lain yang bersifat tradisional, yaitu lomba Renang Tanjungpinang – Pulau Penyengat (PP), lomba Menyelam, lomba Kayuh Sampan, lomba Sampan Layar, lomba Kayak/Kano dan lomba Jong. (sm/92)

Sumber: www.sijorimandiri.net
Selengkapnya...