Home | Berita Opini | Peta Wisata | Wisata Alam | Seni Pertunjukan | Wisata Belanja | Wisata Bahari | Wisata Budaya | Wisata Boga | Wisata Museum | Wisata Religi | Wisata Sejarah | Cerpen
Share/Save/Bookmark
Tampilkan postingan dengan label Wisata Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Ujian Nasional Bulan April 2009

Kegelisahan guru dan siswa terkait pelaksanaan Ujian Nasional terjawab sudah. Isu bahwa UN akan dilaksanakan bulan Maret terkait adanya pesta demokrasi (pemilu) ternyata tidak benar. Menurut ketua BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Ujian Nasioanal tetap dilaksanakan bulan April setelah pemilu.

Pelaksanaan ujian nasional untuk siswa SMP dan SMA/SMK tahun ajaran 2008/2009 tidak dimajukan meskipun ada hajatan nasional Pemilihan Umum 2009. Ujian nasional akan diselenggarakan pada April 2009, tetapi tanggalnya belum dipastikan.

”Kemungkinan setelah pelaksanaan pemilu,” kata Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Djemari Mardapi, Kamis (16/10) di Jakarta. Penjelasan ini untuk menjawab keresahan guru, siswa, dan orangtua yang mendapat informasi pelaksanaan ujian nasional (UN) dipercepat pada Maret, sedangkan materi pelajaran belum seluruhnya disampaikan kepada siswa.


Djemari mengatakan, guru dan siswa tidak usah resah karena UN dilaksanakan dengan memperhitungkan semua materi yang harus dipelajari siswa kelas III SMP dan SMA/SMK. Adapun standar nilai kelulusan UN juga masih akan dibicarakan dengan mengkaji hasil evaluasi pelaksanaan UN 2008.

”Bisa saja standarnya tetap seperti tahun lalu,” ujar Djemari.

Perlu persiapan

Guru Bahasa Indonesia, Supriyono, mengatakan bahwa berita soal jadwal UN masih simpang siur di lapangan. Sebagian guru ada yang mendengar isu bahwa UN dilaksanakan sekitar Januari atau Februari guna mengantisipasi pelaksanaan Pemilihan Umum 2009.

Menurutnya, ujian nasional membutuhkan persiapan intensif. Pada semester ganjil bulan Juli hingga Desember para guru biasanya membahas materi sesuai dengan kurikulum dengan sedikit persiapan ujian. Persiapan ujian secara lebih intensif melalui pendalaman materi dan simulasi ujian biasanya dimulai pada semester berikutnya, yakni bulan Januari.

”Kalau ujian nasional dimajukan, persiapan menjadi tidak maksimal. Beban anak juga menjadi berat, apalagi mereka harus mempelajari materi sejak kelas I,” ujarnya. Dia sendiri berpendapat, penyelenggaraan pemilihan umum tidak akan terlalu mengganggu UN.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Bhakti Nusantara, Jakarta Timur, Yanti Sriyulianti, juga mendengar isu bahwa UN dipercepat menjadi Februari.

”Untuk ujian persiapan bisa enam hingga delapan bulan. Kalau UN sebagai alat evaluasi kompetensi itu dimajukan jadwalnya, anak bisa kehilangan kesempatan melengkapi ketuntasan kompetensinya,” ujarnya.

Djemari mengatakan, mata pelajaran yang diujikan sampai saat ini tidak ada perubahan. Tahun lalu, untuk SMA mata pelajaran yang masuk UN di jurusan IPA adalah Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Di jurusan IPS mata pelajaran dalam UN adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi. Untuk jurusan Bahasa adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sejarah Budaya atau Antropologi, Sastra Indonesia, dan bahasa asing lain.

Di jenjang SMP, mata pelajaran yang termasuk dalam UN adalah Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Sumber : http://cetak.kompas.com/humaniora
Selengkapnya...

Anak 9 Tahun, Mengisi Materi Kuliah Di Kampus-Kampus

Annisa Rania Putri

Annisa Rania Putri tergolong anak ajaib. Bocah berusia sembilan tahun itu menguasai bahasa Inggris, Arab, Korea dan Belanda tanpa belajar secara formal. Kemampuannya itu datang tiba-tiba.


Bahkan dia juga mampu melihat hal-hal gaib yang tak bisa ditembus penglihatan orang awam. Dia bisa menjangkau masa depan, menyembuhkan orang sakit dan melatih meditasi orang-orang dewasa.



Jika selama ini dia hanya menyebarkan ilmunya itu lewat ceramah-ceramah dan kuliah, Annisa kini mulai menjangkau lebih banyak orang melalui sebuah buku yang berisi kumpulan tulisannya. Buku itu berjudul Hope Is on the Way: Kumpulan Pesan Alam.

Malam kemarin, ditemani ayah-ibunya, Annisa berbagi cerita tentang buku yang diluncurkan di Jakarta 29 Agustus lalu.

"Buku ini berisi kumpulan ceramah dan kuliah saya di berbagai tempat dan waktu. I just fixed some of them (saya cuma memperbaiki beberapa saja) sebelum diterbitkan," tutur Annisa yang tak bisa berbahasa Indonesia.

Perihal bahasa ini, orangtua Annisa, pasangan dr Arwin SpKj dan Yenni Handojo, beberapa kali sempat miskomunikasi dengan anaknya itu.

"Suatu saat, karena beberapa kali kami sempat tidak menangkap bahasa Annisa, dengan polos dia berujar ‘kenapa kok orangtua saya bodoh begini’," tutur Yenni yang tak pernah tersinggung tapi justru terhibur dan bersyukur memiliki anak Annisa yang dilahirkannya secara caesar di Jakarta, 5 Juli 1999.

Meski masih anak-anak, buku Annisa jelas bukan untuk konsumsi anak-anak. Bah kan, remaja pun belum tentu bisa mencerna pesan yang disampaikan Annisa dalam bukunya yang diterbitkan kelompok penerbit Gramedia itu.

Sebab, isi pesan-pesan dalam tulisan Annisa memang kelas berat, filosofis, dan mungkin baru bisa ditangkap oleh orang-orang dewasa atau yang sudah tercerahkan. Dia membahas, misalnya, tentang misteri kebijaksanaan, kasih, dan keadilan serta makna puasa.

Semua isi buku itu berasal dari ‘pesan-pesan alam’ yang bisa ditangkap Annisa kapan saja. Bisa tiba-tiba di sela-sela pembicaraan dengan orang lain, tapi kerap di keheningan malam.

"Kalau sedang mendapat ‘pesan alam’, tangan Annisa biasanya bergerak mencoret-coretkan ‘pesan alam’ itu atau bibirnya seperti mengucapkan sesuatu," kata Yenni.

Kelebihan Annisa sudah diakui banyak pihak. Wapres Jusuf Kalla pernah mengundangnya, berbagai universitas terkenal telah memintanya untuk memberi ceramah, dan sebuah majelis taklim yang beranggotakan orang-orang kelas menengah atas di Jakarta kerap mengundang Annisa.


Salah satu bintang tamu dengan
keahlian menakjubkan (Anisa Rania Putri)

Bocah itu juga memberi pelatihan dan konsultasi pada beberapa kelompok meditasi di Jakarta. Kalau sampai sekarang Annisa belum bersekolah, bukan bebarti orangtuanya membiarkannya. "Tapi, ketika sekolah di dalam kelas justru gurunya yang belajar dari Annisa. Dia kemudian tak mau sekolah," ucap Yenni.

Kemampuan berbahasa Inggris Annisa pun diperoleh secara alamiah. Setelah mulai bisa bicara saat berusia setahun lebih, tiba-tiba Annisa sudah cas cis cus dalam bahasa Inggris.

Keanehan lain, ketika belum lancar bicara, saat diajak menjenguk neneknya yang sakit, Annisa bilang ‘kembang’ dalam bahasa Inggris. Tak berapa lama, neneknya meninggal. Kembang tadi tampaknya isyarat kematian.

Saat ditanya apa cita-citanya, Annisa bilang ingin menjadi pengacara.

Sumber :
http://www.rileks.com/ragam

http://www.sawomatang.com/showthread.

Photo :
http://images.google.co.id


Selengkapnya...

STAI Natuna Kurban 2 Ekor Sapi


Semangat untuk melakukan ibadah Qurban juga datang dari kalangan perguruan tinggi. Yakni Sekolah Tinggi Agama Islam (SATI) Natuna dalam rangka hari raya kurban tahun 1428 H menyembelih hewan kurban sebanyak 2 ekor sapi.

Pelaksanaan kurban oleh kalangan kampus STAI Natuna dilaksanakan di kampus STAI Natuna dengan melibatkan mahasiswa dan civitas akademika.


Hewan qurban tersebut dibagiakan kepada yang berhak menerima dan mahasiswa. Kurban oleh STAI Natuna merupakan partisipasi dari seluruh mahasiswa dengan cara, mahasiswa menyumbang sesuai jumlah yang sudah ditentukan.

(Sumber: http://batampos.co.id)
Selengkapnya...

Banyaknya Siswa Tak Lulus - Pemprov Dinilai Gagal

TANJUNGPINANG — Banyaknya siswa SLTA yang tidak lulus ujian UN mendapat reaksi keras dari anggota DPRD Kepri. Wakil Ketua I DPRD Kepri Jumaga Nadeak SH menilai Pemerintah Provinsi Kepri gagal dalam memprogramkan pendidikan. Dalam tiga tahun terakhir, pemerintah daerah telah menganggarkan 20 persen dana APBD untuk menunjang pendidikan, tetapi hasilnya masih mengecewakan. Ini salah siapa, sampai tingkat kelulusan hanya mencapai 92 persen, kata Jumaga, Senin (16/6) di Tanjungpinang.

Seperti diketahui, sebanyak 863 siswa dari 10.812 siswa SLTA se-Kepri tidak lulus UN. Kondisi ini tentu perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Dikatakan, kondisi ini harus menjadi pemikiran bersama. Disdik perlu segera mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat kualitas pendidikan tidak sesuai harapan. Apakah ada kesalahan tenaga pengajar, lingkungan atau memang dari orang tua. Faktor-faktor ini seyogianya dilacak.

"Kita wakil rakyat sudah cukup perhatian dan aspiratiflah dalam memperjuangkan dunia pendidikan. Guru-guru minta insentif, kita beri. Mereka juga kita berikah beasiswa dan terus melengkapi fasilitas penunjang proses belajar dan mengajar. Tapi hasilnya masih mengecewakan," beber Jumaga.

Menyikapi kondisi ini, dia mengusulkan Komisi IV DPRD Kepri untuk memanggil dinas terkait, guna dilakukan verifikasi kendala dan persoalan yang timbul. Kenapa kualitas pendidikan masih bobrok alias gagal, padahal pemerintah sudah memberikan perhatian besar.

Banyak Faktor
Menanggapi kritikan pedas Wakil Ketua I DPRD Kepri itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arfin Nasir menyatakan bahwa, banyak faktor yang harus diperhatikan, apabila ingin mengatakan pendidikan gagal. “Kita tidak dapat meraih hasil pendidikan dengan cepat, perlu tahapan. Dan tingkat ketidaklulusan tahun ini akan dijadikan pengalaman berharga, agar ke depan bisa lebih baik,” ungkap Arifin.

Arifin dalam kesempatan mengaku kurang setuju kalau pendidikan di Kepri gagal. Soalnya, tingkat ketidaklulusan hanya 7,9 persen, tidak sampai 10 persen.

Menurutnya, penurunan persentase ketidaklulusan justru meningkat untuk siswa bidang SMK, sedang untuk SMU/MA malah meningkat. Belajar dari pengalaman ini, akan dijadikan pembelajaran dalam menyongsong pendidikan lebih baik kedepan untuk tahun pelajaran 2009 mendatang.

Tunggu Pusat
Terkait dengan siswa SMK, apakah mereka mengulang satu tahun lagi atau diperbolehkan mengikuti paket C, Arifin menambahkan pihaknya masih menunggu kebijakan pusa. "Kita sedang menunggu informasi pusat, dan ini sudah dilakukan koordinasi. Karena kasihan anak yang tidak lulus, apabila harus mengulang satu tahun lagi,” ujarnya seraya mengatakan siap memberi keterangan di DPRD Kepri, jika diperlukan.

Sumber: Sijori Mandiri
Selengkapnya...

Program STB Khusus Warga Kepri

MEDAN - Pemerintah Singapura memberikan program menarik bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Program itu diadakan oleh badan promosi pariwisata, Singapore Tourism Board (STB) yang memberikan hadiah mobil khusus bagi pemegang kartu tanda penduduk (KTP) dan paspor Kepri.

”Syaratnya tiap kali menyeberang ke Singapura, bisa mendapatkan satu stiker. Jika empat stiker sudah terkumpul, berhak ikut pengundian untuk mendapatkan satu mobil Kijang Innova,” kata Hassan Kassim, Manager Tourism Business Western Indonesia STB kepada Sumut Pos (Grup Batam Pos), Senin (9/6) di Kantor STB, Gedung B&G Tower Lantai 6 Unit 607 Jalan Putri Hijau nomor 10 Medan.


Hassan mengatakan, makin sering ke Singapura maka kesempatan menang di pengundian juga akan semakin besar. Ia menambahkan, warga Kepri bisa dikatakan sudah tidak asing lagi ke Singapura. Sebab, jaraknya yang kurang dari satu jam dengan feri. ”Bahkan, ada warga yang satu minggu saja bisa sampai empat kali ke Singapura. Pergi pagi pulang sore,” ujarnya.


Warga Kepri yang ke Singapura dengan berbagai tujuan seperti belanja, berobat, sekolah, wisata atau bisnis. Program ini diadakan karena STB menganggap wilayah Kepri dan sekitarnya, merupakan salah satu wilayah yang penting dan saling berkaitan. Di samping kedekatan wilayah juga kedekatan masyarakatnya.


Selain bagi warga yang sudah rutin menyeberang ke Singapura, STB juga memberikan kesempatan menarik bagi warga Batam, Tanjungpinang, Karimun dan sekitarnya yang baru pertama ke Singapura. Warga yang pertama ke Singapura bisa mendapatkan dua stiker sekaligus.


Pengambilan stiker cukup dengan menunjukkan paspor yang sudah di-cop oleh petugas Imigrasi ke konter STB di Nagoya Hill. ”Jadi, tidak perlu buru-buru mengambil stiker. Setelah pulang dari Singapura, kapan sempat jalan-jalan ke mal Nagoya Hill bisa mengambilnya. Cukup tunjukkan paspor saja,” kata pria berdarah Jombang dan Surabaya itu.


Selain hadiah utama, STB juga memberikan hadiah menarik lain bagi yang sudah mengumpulkan tiga stiker. Program tahap pertama ini berlaku mulai 19 Mei hingga 31 Juli 2008. Rencananya, program serupa atau tahap kedua agar digelar bulan Oktober hingga akhir tahun.(jpnn)

Sumber: www.kepritoday.com

Selengkapnya...

AAL SEBAGAI OBYEK WISATA PENDIDIKAN BERNUANSA BAHARI

Sebagai obyek wisata pendidikan bernuansa bahari, Akademi TNI Angkatan Laut terletak di Pantai Utara Surabaya dan berdiri di atas lahan seluas ± 52 hektar yang biasa kita sebut dengan Kawah Biru Bumimoro. Disinilah tempat penggodokkan dari para pemuda terbaik bangsa ini yang memilih TNI Angkatan Laut sebagai tempat pengabdian mereka kepada nusa dan bangsanya untuk dididik dan digembleng menjadi Perwira TNI Angkatan Laut yang tangguh. Selain areal komplek AAL dengan segala fasilitas pendukung pendidikan dan latihan yang dimiliki, juga dapat disaksikan berbagai kegiatan Kadet baik yang berkaitan dengan kegiatan rutin kedinasan yang berciri khas TNI Angkatan Laut, maupun kegiatan-kegiatan Kadet lain yang bersifat ekstra kurikuler.



Pintu gerbang yang megah yang bertuliskan Akademi Angkatan Laut dan Hree Dharma Shanty yang secara umum berarti "malu berbuat cela" akan menyambut kehadiran para wisatawan sejak begitu masuk AAL.Taman Mordofa dengan taman burungnya yang asri untuk dinikmati dan terdapat pula pahatan jangkar pada batu serta Tank PT 76 yang ditengkapi dengan Canon katiber 76 mm dengan berat ± 15 ton, merupakan kendaraan tempur amfibi lapis baja Korps I Marinir.Patung Kadet yang diabadikan menjadi monumen Hree Dharma Shanty, dengan sikap pandangan lurus ke depan mencerminkan jiwa seorang kesatria pemberani, pantang menyerah dan percaya diri bahwa tidak ada rintangan yang tidak bisa ditembus oleh seorang Kadet Laut.Di dekat monumen, tepatnya di belakang dapat kita saksikan Monumen Karyono-Risdiyanto yang dibangun untuk menghormati 2 orang Kadet AAL Korps Marinir yang gugur saat melaksanakan latihan yang diwujudkan sebuah kendaraan lapis baja panser amfibi tipe BTR-60 dengan berat total kurang lebih 14 ton.Selanjutnya para wisatawan dapat menyaksikan fasilitas Audio Visual Multy Purpose (AVMP), di sini kita dapat menyaksikan film Sekilas tentang AAL, Sekilas Kehidupan Kadet AAL dan film kegiatan Kadet saat melaksanakan Kartika Jata Krida.

Kemudian di Gedung Komplek Ki Hajar Dewantara, merupakan tempat belajar atau ruang kelas para Kadet, di mana setiap ruangnya dilengkapi dengan OHP dan AC. Di gedung alat peraga Sapudi, terdapat alat instruksi bagi Kadet korps Pelaut, Teknik, Elektronika, Administrasi dan Marinir.Di Gedung Bawean, terdapat laboratorium-laboratorium dan Simulasi Anjungan Kapal (Moro Bridge Simulator) yang merupakan tempat berlatih bagi para Kadet maupun Perwira Siswa Korps Pelaut sebelum mereka melaksanakan latihan praktek di kapal.Masih banyak lagi obyek wisata yang menarik terdapat di AAL diantaranya Planetarium dan Museum AAL yang dapat menggugah semangat dan menambah wawasan para generasi muda tentang dunia bahari. Planetarium di Indonesia hanya ada dua, satu di Taman lsmail Marzuki Jakarta dan satu di AAL Surabaya.Sebagai obyek wisata pendidikan bernuansa bahari, Akademi TNI Angkatan Laut terletak di Pantai Utara Surabaya dan berdiri di atas lahan seluas ± 52 hektar yang biasa kita sebut dengan Kawah Biru Bumimoro. Disinilah tempat penggodokkan dari para pemuda terbaik bangsa ini yang memilih TNI Angkatan Laut sebagai tempat pengabdian mereka kepada nusa dan bangsanya untuk dididik dan digembleng menjadi Perwira TNI Angkatan Laut yang tangguh. Selain areal komplek AAL dengan segala fasilitas pendukung pendidikan dan latihan yang dimiliki, juga dapat disaksikan berbagai kegiatan Kadet baik yang berkaitan dengan kegiatan rutin kedinasan yang berciri khas TNI Angkatan Laut, maupun kegiatan-kegiatan Kadet lain yang bersifat ekstra kurikuler.Pintu gerbang yang megah yang bertuliskan Akademi Angkatan Laut dan Hree Dharma Shanty yang secara umum berarti "malu berbuat cela" akan menyambut kehadiran para wisatawan sejak begitu masuk AAL.Taman Mordofa dengan taman burungnya yang asri untuk dinikmati dan terdapat pula pahatan jangkar pada batu serta Tank PT 76 yang ditengkapi dengan Canon katiber 76 mm dengan berat ± 15 ton, merupakan kendaraan tempur amfibi lapis baja Korps I Marinir.Patung Kadet yang diabadikan menjadi monumen Hree Dharma Shanty, dengan sikap pandangan lurus ke depan mencerminkan jiwa seorang kesatria pemberani, pantang menyerah dan percaya diri bahwa tidak ada rintangan yang tidak bisa ditembus oleh seorang Kadet Laut.Di dekat monumen, tepatnya di belakang dapat kita saksikan Monumen Karyono-Risdiyanto yang dibangun untuk menghormati 2 orang Kadet AAL Korps Marinir yang gugur saat melaksanakan latihan yang diwujudkan sebuah kendaraan lapis baja panser amfibi tipe BTR-60 dengan berat total kurang lebih 14 ton

Selanjutnya para wisatawan dapat menyaksikan fasilitas Audio Visual Multy Purpose (AVMP), di sini kita dapat menyaksikan film Sekilas tentang AAL, Sekilas Kehidupan Kadet AAL dan film kegiatan Kadet saat melaksanakan Kartika Jata Krida.Kemudian di Gedung Komplek Ki Hajar Dewantara, merupakan tempat belajar atau ruang kelas para Kadet, di mana setiap ruangnya dilengkapi dengan OHP dan AC. Di gedung alat peraga Sapudi, terdapat alat instruksi bagi Kadet korps Pelaut, Teknik, Elektronika, Administrasi dan Marinir.Di Gedung Bawean, terdapat laboratorium-laboratorium dan Simulasi Anjungan Kapal (Moro Bridge Simulator) yang merupakan tempat berlatih bagi para Kadet maupun Perwira Siswa Korps Pelaut sebelum mereka melaksanakan latihan praktek di kapal.Masih banyak lagi obyek wisata yang menarik terdapat di AAL diantaranya Planetarium dan Museum AAL yang dapat menggugah semangat dan menambah wawasan para generasi muda tentang dunia bahari. Planetarium di Indonesia hanya ada dua, satu di Taman lsmail Marzuki Jakarta dan satu di AAL Surabaya.

Sumber: www.surabaya.go.id
Selengkapnya...

Ala Kampus Universitas Bung Hatta

Akhir-akhir ini ada wacana di lingkungan Universitas Bung Hatta, untuk dikembangkan sebagai tempat kunjungan wisata. Alasan yang mendasari wacana pengembangan kampus UBH untuk dijadikan sebagai objek wisata setidaknya karena lingkungan kampus terletak di pinggir pantai UBH dianggap sudah memiliki potensi dan prasyarat sebagai objek wisata, yaitu kenyamanan, aksesibilitas, dan atraktif.


Menurut Ridwan salah seorang mahasiswa Universitas Bung Hatta angkatan 2001, lingkungan kampus I UBH sekelilingnya sudah ditumbuhi pohon-pohon pinus yang yang menjadikan suasana yang asri dan sejuk serta nyaman dan tata bangunan yang cukup menarik dan atraktif bagi masyarakat, seperti pinggir pantai yang telah dipasangi krip pengaman dari abrasi serta menyaksikan latihan panjat tebing oleh Mapala Proklamator tiap sorenya . Sore-sore hari pantai Universitas Bung Hatta telah sering dijadikan tempat nongkrong dan santai-santai, serta hutan pinus yang sejuk dan asri.

Ketika ditanya awal mula wacana ini muncul, Ridwan mengatakan, “Sebetulnya gagasan seperti ini sudah banyak yang melontarkan, karena kami sore-sore hari atau pada hari Minggu selalu ke pinggir pantai Universitas Bung Hatta, memandang matahari terbenam” katanya.Berita: Wisata Pendidikan Ala Kampus Universitas Bung Hatta

Sebagai Tempat Wisata pendidikan

Selama ini di Indonesia mungkin belum ada objek wisata dengan minat khusus pendidikan. Nah, inilah salah satu jenis wisata yang bisa dikembangkan oleh Universitas Bung Hatta, dalam rangka menjadikan UBH sebagai objek wisata. Menurut saya, nantinya jenis wisata yang akan dicoba untuk dikembangkan adalah jenis wisata yang berorientasi pada pendidikan. Sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka dan terbesar di Indonesia, UBH mempunyai daya tarik tersendiri bagi para siswa, khususnya pelajar yang sedang duduk di bangku SMU dan para mahasiswa perguruan tinggi lain yang ingin melakukan studi banding.

Untuk itu nantinya jika ada rombongan wisatawan pelajar yang melakukan studi wisata yang berkunjung ke kota Padang akan diusahakan juga untuk mengunjungi UBH. Di sini mereka dapat melihat-lihat beragam aktivitas mahasiswa UBH dalam rangka kegiatan belajar mengajar dan berkunjung ke berbagai fakultas yang ada di UBH. Selain itu mereka juga dapat melihat secara langsung mahasiswa yang melakukan demonstrasi kalau pas ada.

Alasan lain untuk mengembangkan jenis wisata pendidikan ini secara lebih profesional, adalah dengan adanya Fakultas Perikanan dan Kelautan di Universitas Bung Hatta karena dengan adanya Fakultas ini, tentu bila ada kunjungan para pelajar ke Universitas Bung Hatta, mereka akan dapat didampingi secara langsung oleh para staf pengajar atau mahasiswa dan menjelaskan mengnai ekosisitim pesisir dn laut. Selama ini para pelajar yang berkunjung ke Padang, khususnya ke beberapa PTN/PTS dan fakultas-fakultas belum terkelola dengan baik. Bahkan menurut saya cenderung membuat pihak Universitas merasa kerepotan dan dirugikan karena harus mengeluarkan biaya untuk menyambut mereka dengan baik.

Sepeda Wisata

Sebagai sarana penunjang untuk menjadikan kampus UBH sebagai tempat kunjungan wisata, pihak Universitas bekerja sama dengan KKB-Universitas Bung Hatta, mengadakan beberapa buah sepeda santai dengan menggandeng masyarakat sekitar sebagai operator atau guide berkeliling di kawasan. Salah satu hasil kerjasama itu berupa pengadaan sepeda yang bias disewakan wisatawan yang ingin jalan-jalan mengelilingi kampus UBH. Disisi lainpun Universitas Bung Hatta sendiri telah menunjukan kepedulian terhadap penambahan lapangan kerja dan pendapan masyarakat sekitar. Dilihat dari bentuk dan ukurannya sepeda santai ini mempunyai bentuk yang artistik dan merupakan kendaraan yang ramah lingkugan.

Dalam pengelolaanya nanti, sepeda santai ini bias saja disewakan dengan harga yang sangat murah misalnya saja Rp.2.000 per-jamnya. Menurut saya peminat sepeda santai ini akan sangat banyak, karena murah juga umumnya setiap orang bisa bersepeda.. Anda berminat?

Sumber: Universitas Bung Hatta
Selengkapnya...